tutorial laravel

Belajar Konfigurasi Laravel, Penjelasan File .env

Belajar konfigurasi framework laravel – Pada kesempatan ini kita akan membahas / belajar bagaimana konfigurasi pada laravel. Laravel sendiri sudah menyiapkan konfigurasi nya pada satu file yaitu file .env, yang mana fitur ini di buat berdasarkan library dotenv (https://github.com/vlucas/phpdotenv). Membiasakan diri menggunakan enviromental configuration ini sendiri adalah hal yang baik menurut saya, selain memudahkan memang sebaiknya kita tidak menaruh credentials yang sifatnya sensitif langsung ke dalam source code.

File .env ini sendiri akan secara otomatis tergenerate ketika kita berhasil menginstall laravel pada komputer kita, untuk detail installasi laravel bisa di lihat di sini (https://soft-gain.com/2019/03/07/cara-install-laravel-5-pada-windows-xampp/). Tampilah default dari file .env kurang lebih seperti ini :

APP_ENV=local
APP_DEBUG=true
APP_KEY=SomeRandomString
APP_URL=http://localhost

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=homestead
DB_USERNAME=homestead
DB_PASSWORD=secret

CACHE_DRIVER=file
SESSION_DRIVER=file
QUEUE_DRIVER=sync

REDIS_HOST=127.0.0.1
REDIS_PASSWORD=null
REDIS_PORT=6379

MAIL_DRIVER=smtp
MAIL_HOST=mailtrap.io
MAIL_PORT=2525
MAIL_USERNAME=null
MAIL_PASSWORD=null
MAIL_ENCRYPTION=null

Bisa di lihat di atas terdapat informasi credentials database, credentials pada email server, debug aplikasi dan lain-lain. Sebetulnya, secara keseluruhan konfigurasi laravel sendiri di simpan di salam folder config, dan di dalamnya di pisah-pisah lagi ke dalam bentuk file seperti database.php, app.php dan lain-lain. Untuk memudahkan di buat lah satu file ini yaitu .env, karena dengan adanya file ini kita hanya perlu membuka satu file ini saja tanpa merubah isi dari file yang ada di dalam folder config.

Kita sendiri juga bisa saja menambahkan variabel environment kita sendiri apabila di perlukan. Contoh, saya hendak menambahkan slug untuk url ke halaman admin, maka saya tambahkan baris ini pada file env :

ADMIN_PAGE=halaman-rahasia

Dan untuk memanggil nya bisa di gunakan perintah di bawah ini :

env('ADMIN_PAGE', 'default-value'); // ARGUMENT KE DUA BISA DI ISI KAN DEFAULT VALUE APABILA TERNYATA VARIABLE YANG DI MINTA TIDAK ADA PADA FILE .env

Perlu menjadi catatan juga untuk penulisan variable dalam file .env tidak boleh memakai spasi, namun apabila memaksakan untuk memakai spasi bisa dengan menambahkan tanda double quote dalam value nya. Contoh :

INGIN_PAKAI_SPASI="boleh tapi harus begini"

Di awal saya memakai laravel, saya juga sempat bertanya mengapa harus ribet-ribet pakai enviromental file? kenapa tidak langsung saja taruh di source code nya? Tapi setelah saya mencoba memakai, saya justru merasa memang benar cara ini lebih efektif. Saya membayangkan saya bekerja bersama si A, si B dan si C, jika konfigurasi nya di taruh langsung ke dalam source code, maka otomatis saat saya membutuhkan perubahan yang sudah di kerjakan si A, saya juga otomatis akan mendapatkan konfigurasi yang ada pada mesin si A. Saya harus manual merubah nya lagi satu persatu agar sesuai dengan mesin saya, barulah saya mulai bekerja. Begitupun kalau si B butuh source dari si A dan si C, bisa di bayangkan tercampur-campur seperti apa file configurasi yang di terima si B (dalam ilustrasi ini kami bekerja menggunakan GIT misalnya).

Jadi kesimpulannya, file konfigurasi ini memang sangat membantu, bahkan karena saya mengenal konsep enviromental configuration ini saya jadi terbiasa meng-aplikasikannya pada project-project lain walaupun project itu tidak saya kerjakan menggunakan laravel. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *